<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Tayangan YKS Tepat Dihentikan </title><description>Program tayangan Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV sudah dihentikan untuk selamanya. Langkah itu dinilai tepat oleh psikolog Melly Puspita Sari. Menurutnya, acara tersebut sudah melanggar etika dengan menyamakan manusia dengan binatang.</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2014/07/01/533/1006702/alasan-tayangan-yks-tepat-dihentikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2014/07/01/533/1006702/alasan-tayangan-yks-tepat-dihentikan"/><item><title>Alasan Tayangan YKS Tepat Dihentikan </title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2014/07/01/533/1006702/alasan-tayangan-yks-tepat-dihentikan</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2014/07/01/533/1006702/alasan-tayangan-yks-tepat-dihentikan</guid><pubDate>Selasa 01 Juli 2014 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Menda Clara Florencia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/01/533/1006702/VTvOPGcOd1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Poster Yuk Keep Smile (Foto: tvguide)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/01/533/1006702/VTvOPGcOd1.jpg</image><title>Poster Yuk Keep Smile (Foto: tvguide)</title></images><description>  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
JAKARTA &amp;ndash; Program tayangan Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV sudah dihentikan untuk selamanya. Langkah itu dinilai tepat oleh psikolog Melly Puspita Sari. Menurutnya, acara tersebut sudah melanggar etika dengan menyamakan manusia dengan binatang.
&amp;nbsp;
Psikolog dari advokasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu menjelaskan alasannya mengapa tayangan YKS tepat dihentikan. Pasalnya, penerapan etika wajib digunakan dalam setiap hal. Sementara dalam penayangan itu, sudah menghilangkan unsur etika.
&amp;nbsp;
&quot;Mau dalam unsur hipnotis atau terapi, manusia ya manusia, binatang ya binatang. Sebenarnya begini, ilmu atau praktisi terentu pasti ada etika. Tinggal bagaimana kita bisa menerapkan etika itu apa enggak. Bukan salah dari Ilmunya, tetapi kadang-kadang human error dari pelakunya,&quot; kata Melly saat mengunjungi redaksi Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2014).
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, penulis buku &quot;The Miracle of Hug&quot; itu menjelaskan, dampak tayangan televisi cukup besar, mengingat segala lapisan umur bisa menontonnya. Sehingga, fungsi media tidak hanya unsur hiburan saja, tapi juga harus memenuhi unsur pendidikan.
&amp;nbsp;
&quot;Akhirnya dampaknya jadi lucu-lucuan, orang setelah dihipnotis, kemudian ngelihat sesuatu yang ditakuti terus dikejar-kejar. Itu kan tidak memberikan pendidikan kepada si penonton. Apalagi itu acara hiburan di mana anak-anak berpotensi juga untuk menonton. Sehingga akan memberi ide 'Oh, ternyata kalau lucu harus membuat orang menjadi korban',&quot; jelas Melly.
&amp;nbsp;
&quot;Mempermalukan orang di depan forum saja rasanya apa ya, apalagi ini ditonton sekian banyak (orang). Efeknya adalah kalau ingin lucu harus mengorbankan orang, value-nya jadi berbeda,&quot; tutup dia.</description><content:encoded>  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
JAKARTA &amp;ndash; Program tayangan Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV sudah dihentikan untuk selamanya. Langkah itu dinilai tepat oleh psikolog Melly Puspita Sari. Menurutnya, acara tersebut sudah melanggar etika dengan menyamakan manusia dengan binatang.
&amp;nbsp;
Psikolog dari advokasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu menjelaskan alasannya mengapa tayangan YKS tepat dihentikan. Pasalnya, penerapan etika wajib digunakan dalam setiap hal. Sementara dalam penayangan itu, sudah menghilangkan unsur etika.
&amp;nbsp;
&quot;Mau dalam unsur hipnotis atau terapi, manusia ya manusia, binatang ya binatang. Sebenarnya begini, ilmu atau praktisi terentu pasti ada etika. Tinggal bagaimana kita bisa menerapkan etika itu apa enggak. Bukan salah dari Ilmunya, tetapi kadang-kadang human error dari pelakunya,&quot; kata Melly saat mengunjungi redaksi Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2014).
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, penulis buku &quot;The Miracle of Hug&quot; itu menjelaskan, dampak tayangan televisi cukup besar, mengingat segala lapisan umur bisa menontonnya. Sehingga, fungsi media tidak hanya unsur hiburan saja, tapi juga harus memenuhi unsur pendidikan.
&amp;nbsp;
&quot;Akhirnya dampaknya jadi lucu-lucuan, orang setelah dihipnotis, kemudian ngelihat sesuatu yang ditakuti terus dikejar-kejar. Itu kan tidak memberikan pendidikan kepada si penonton. Apalagi itu acara hiburan di mana anak-anak berpotensi juga untuk menonton. Sehingga akan memberi ide 'Oh, ternyata kalau lucu harus membuat orang menjadi korban',&quot; jelas Melly.
&amp;nbsp;
&quot;Mempermalukan orang di depan forum saja rasanya apa ya, apalagi ini ditonton sekian banyak (orang). Efeknya adalah kalau ingin lucu harus mengorbankan orang, value-nya jadi berbeda,&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
