<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Anggur Shine Muscat Dikabarkan Mengandung Zat Berbahaya </title><description> Anggur impor jenis Shine Muscat tengah menjadi sorotan setelah  sejumlah sampel di Thailand ditemukan mengandung residu kimia berbahaya.</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/10/30/625/3080320/viral-anggur-shine-muscat-dikabarkan-mengandung-zat-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/10/30/625/3080320/viral-anggur-shine-muscat-dikabarkan-mengandung-zat-berbahaya"/><item><title>Viral Anggur Shine Muscat Dikabarkan Mengandung Zat Berbahaya </title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/10/30/625/3080320/viral-anggur-shine-muscat-dikabarkan-mengandung-zat-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/10/30/625/3080320/viral-anggur-shine-muscat-dikabarkan-mengandung-zat-berbahaya</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2024 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/30/625/3080320/viral-anggur-shine-muscat-dikabarkan-mengandung-zat-berbahaya-AGyh3fBw6v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggur Muscat </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/30/625/3080320/viral-anggur-shine-muscat-dikabarkan-mengandung-zat-berbahaya-AGyh3fBw6v.jpg</image><title>Anggur Muscat </title></images><description>JAKARTA - Anggur impor jenis Shine Muscat tengah menjadi sorotan setelah sejumlah sampel di Thailand ditemukan mengandung residu kimia berbahaya. Temuan ini memicu kekhawatiran di kalangan konsumen Indonesia, mengingat anggur jenis yang sama juga banyak beredar di pasar Tanah Air.
Sebuah penelitian swasta di Thailand mengungkap bahwa beberapa sampel anggur Shine Muscat yang beredar di pasar mengandung pestisida berbahaya.

BACA JUGA:
Heboh Anggur Muscat Beracun, Badan Pangan Buka Suara

Meskipun demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kandungan residu pestisida dalam anggur Shine Muscat yang dijual di Indonesia.
Menanggapi situasi ini, Komisi Sembilan DPR RI telah menegur BPOM terkait peredaran anggur jenis tersebut. BPOM menyatakan bahwa mereka belum menemukan laporan mengenai kandungan bahan berbahaya dalam anggur Shine Muscat di pasar Indonesia.

BACA JUGA:
Beredar Anggur Muscat Diduga Tercampur Bahan Berbahaya, DPR Minta BPOM Turun Tangan

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Panggabean, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk memastikan bahwa semua komoditas tumbuhan yang masuk ke Indonesia mematuhi prosedur karantina sesuai regulasi keamanan pangan. (Dwinarto)

&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Anggur impor jenis Shine Muscat tengah menjadi sorotan setelah sejumlah sampel di Thailand ditemukan mengandung residu kimia berbahaya. Temuan ini memicu kekhawatiran di kalangan konsumen Indonesia, mengingat anggur jenis yang sama juga banyak beredar di pasar Tanah Air.
Sebuah penelitian swasta di Thailand mengungkap bahwa beberapa sampel anggur Shine Muscat yang beredar di pasar mengandung pestisida berbahaya.

BACA JUGA:
Heboh Anggur Muscat Beracun, Badan Pangan Buka Suara

Meskipun demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kandungan residu pestisida dalam anggur Shine Muscat yang dijual di Indonesia.
Menanggapi situasi ini, Komisi Sembilan DPR RI telah menegur BPOM terkait peredaran anggur jenis tersebut. BPOM menyatakan bahwa mereka belum menemukan laporan mengenai kandungan bahan berbahaya dalam anggur Shine Muscat di pasar Indonesia.

BACA JUGA:
Beredar Anggur Muscat Diduga Tercampur Bahan Berbahaya, DPR Minta BPOM Turun Tangan

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Panggabean, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk memastikan bahwa semua komoditas tumbuhan yang masuk ke Indonesia mematuhi prosedur karantina sesuai regulasi keamanan pangan. (Dwinarto)

&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
