<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Supir Taksi Online Korban Pemukulan Oknum Polisi Ngaku Ditekan untuk Damai&amp;nbsp;</title><description>RF, supir taksi online yang menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi sempat tertekan saat hendak membuat laporan Polda Metro Jaya.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/08/627/3083615/supir-taksi-online-korban-pemukulan-oknum-polisi-ngaku-ditekan-untuk-damai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/08/627/3083615/supir-taksi-online-korban-pemukulan-oknum-polisi-ngaku-ditekan-untuk-damai"/><item><title>Supir Taksi Online Korban Pemukulan Oknum Polisi Ngaku Ditekan untuk Damai&amp;nbsp;</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/08/627/3083615/supir-taksi-online-korban-pemukulan-oknum-polisi-ngaku-ditekan-untuk-damai</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/08/627/3083615/supir-taksi-online-korban-pemukulan-oknum-polisi-ngaku-ditekan-untuk-damai</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2024 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/08/627/3083615/taksi_online-K92m_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RF, supir taksi online yang menjadi korban pemukulan oknum polisi sempat tertekan saat hendak membuat laporan/Foto: GTV</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/08/627/3083615/taksi_online-K92m_large.jpg</image><title>RF, supir taksi online yang menjadi korban pemukulan oknum polisi sempat tertekan saat hendak membuat laporan/Foto: GTV</title></images><description>JAKARTA - RF, seorang supir taksi online yang menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi, mengaku sempat mengalami tekanan saat hendak membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya. RF menceritakan bahwa dirinya ditawari uang damai oleh beberapa orang yang membawanya ke sebuah ruangan.&#13;
&#13;
Menurut pengakuan RF, ia dihadapkan pada situasi sulit saat berada di ruangan tersebut. Awalnya, ia ditenangkan dan diberi makan. Tak lama kemudian, dua orang yang mendampinginya menawarkan untuk menyelesaikan masalah dengan damai, disertai tawaran sejumlah uang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya merasa tertekan, sendirian, dan belum stabil. Akhirnya, saya menurut dan menyetujui tawaran tersebut,&amp;quot; ujar RF kepada penyidik di Mapolres Metro Jakarta Selatan, didampingi kuasa hukumnya.&#13;
&#13;
Dalam kondisi tertekan, RF mengaku dibawa kembali ke dalam ruangan, di mana ia bertemu seorang perempuan yang mengatur kesepakatan damai. Nominal uang yang awalnya sebesar Rp5 juta, diturunkan menjadi Rp2 juta. Selain itu, RF juga disodorkan selembar kertas kosong dan diminta menuliskan surat pernyataan dengan narasi yang sudah disiapkan.&#13;
&#13;
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kejadian pemukulan terhadap RF dilakukan oleh seorang pria yang belakangan diketahui sebagai anggota kepolisian bertugas di Polda Maluku. (Dwinarto)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - RF, seorang supir taksi online yang menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi, mengaku sempat mengalami tekanan saat hendak membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya. RF menceritakan bahwa dirinya ditawari uang damai oleh beberapa orang yang membawanya ke sebuah ruangan.&#13;
&#13;
Menurut pengakuan RF, ia dihadapkan pada situasi sulit saat berada di ruangan tersebut. Awalnya, ia ditenangkan dan diberi makan. Tak lama kemudian, dua orang yang mendampinginya menawarkan untuk menyelesaikan masalah dengan damai, disertai tawaran sejumlah uang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya merasa tertekan, sendirian, dan belum stabil. Akhirnya, saya menurut dan menyetujui tawaran tersebut,&amp;quot; ujar RF kepada penyidik di Mapolres Metro Jakarta Selatan, didampingi kuasa hukumnya.&#13;
&#13;
Dalam kondisi tertekan, RF mengaku dibawa kembali ke dalam ruangan, di mana ia bertemu seorang perempuan yang mengatur kesepakatan damai. Nominal uang yang awalnya sebesar Rp5 juta, diturunkan menjadi Rp2 juta. Selain itu, RF juga disodorkan selembar kertas kosong dan diminta menuliskan surat pernyataan dengan narasi yang sudah disiapkan.&#13;
&#13;
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kejadian pemukulan terhadap RF dilakukan oleh seorang pria yang belakangan diketahui sebagai anggota kepolisian bertugas di Polda Maluku. (Dwinarto)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
