<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Veteran Pemikul Tandu Jenderal Sudirman yang Hidup Sederhana</title><description>Hidup di tengah keterbatasan. Itulah kata-kata yang cocok disematkan ke Muhamat Amin, veteran perang kemerdekaan.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/10/626/3084126/kisah-veteran-pemikul-tandu-jenderal-sudirman-yang-hidup-sederhana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/10/626/3084126/kisah-veteran-pemikul-tandu-jenderal-sudirman-yang-hidup-sederhana"/><item><title>Kisah Veteran Pemikul Tandu Jenderal Sudirman yang Hidup Sederhana</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/10/626/3084126/kisah-veteran-pemikul-tandu-jenderal-sudirman-yang-hidup-sederhana</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/10/626/3084126/kisah-veteran-pemikul-tandu-jenderal-sudirman-yang-hidup-sederhana</guid><pubDate>Minggu 10 November 2024 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tinus Ristanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/10/626/3084126/veteran_perang-8pj2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah pemandu tandu Jenderal Soedirman. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/10/626/3084126/veteran_perang-8pj2_large.jpg</image><title>Kisah pemandu tandu Jenderal Soedirman. </title></images><description>LAMPUNG TIMUR - Hidup di tengah keterbatasan. Itulah kata-kata yang cocok disematkan ke Muhamat Amin, veteran perang kemerdekaan. Pria berusia 114 tahun ini merupakan salah satu pemikul tandu Jenderal Soedirman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Amin kini hidup berdua dengan sang istri, Suparti. Mereka menjalani masa tua &amp;nbsp;sebuah rumah sederhana yang terbuat dari papan kayu di Desa Brawijaya, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.&#13;
&#13;
Mbah Jumarin, begitu ia akrab disapa oleh warga setempat. Ia adalah salah satu saksi hidup dari masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di usia 18 tahun, ia bergabung dengan laskar rakyat di Magelang, Jawa Tengah. Kala itu, laskar rakyat terbentu untuk melawan penjajah Belanda.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perjuangannya yang penuh risiko dan pengorbanan membawa dirinya pada momen bersejarah, ketika ia dipercaya menjadi pemikul tandu Jenderal Soedirman dalam perang gerilya melawan kolonial. &amp;ldquo;Mikul Pak Dirman. Di Jember, di Ambulu, terakhir di Banyuwangi,&amp;rdquo; kenang Muhamat Amin dengan mata berkaca-kaca. (Muhammad Fadli Rizal)&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>LAMPUNG TIMUR - Hidup di tengah keterbatasan. Itulah kata-kata yang cocok disematkan ke Muhamat Amin, veteran perang kemerdekaan. Pria berusia 114 tahun ini merupakan salah satu pemikul tandu Jenderal Soedirman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Amin kini hidup berdua dengan sang istri, Suparti. Mereka menjalani masa tua &amp;nbsp;sebuah rumah sederhana yang terbuat dari papan kayu di Desa Brawijaya, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.&#13;
&#13;
Mbah Jumarin, begitu ia akrab disapa oleh warga setempat. Ia adalah salah satu saksi hidup dari masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di usia 18 tahun, ia bergabung dengan laskar rakyat di Magelang, Jawa Tengah. Kala itu, laskar rakyat terbentu untuk melawan penjajah Belanda.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perjuangannya yang penuh risiko dan pengorbanan membawa dirinya pada momen bersejarah, ketika ia dipercaya menjadi pemikul tandu Jenderal Soedirman dalam perang gerilya melawan kolonial. &amp;ldquo;Mikul Pak Dirman. Di Jember, di Ambulu, terakhir di Banyuwangi,&amp;rdquo; kenang Muhamat Amin dengan mata berkaca-kaca. (Muhammad Fadli Rizal)&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
