<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>68 Tahun Mendiami Bunker Belanda, Kisah Hidup Anak Pejuang di Surabaya</title><description></description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/11/626/3084491/68-tahun-mendiami-bunker-belanda-kisah-hidup-anak-pejuang-di-surabaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/11/626/3084491/68-tahun-mendiami-bunker-belanda-kisah-hidup-anak-pejuang-di-surabaya"/><item><title>68 Tahun Mendiami Bunker Belanda, Kisah Hidup Anak Pejuang di Surabaya</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/11/626/3084491/68-tahun-mendiami-bunker-belanda-kisah-hidup-anak-pejuang-di-surabaya</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/11/626/3084491/68-tahun-mendiami-bunker-belanda-kisah-hidup-anak-pejuang-di-surabaya</guid><pubDate>Senin 11 November 2024 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/11/626/3084491/68-tahun-mendiami-bunker-belanda-kisah-hidup-anak-pejuang-di-surabaya-8h04xa83DU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah anak pejuang veteran di Surabaya penghuni bunker peninggalan Belanda. (Foto: ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/11/626/3084491/68-tahun-mendiami-bunker-belanda-kisah-hidup-anak-pejuang-di-surabaya-8h04xa83DU.jpg</image><title>Kisah anak pejuang veteran di Surabaya penghuni bunker peninggalan Belanda. (Foto: ist) </title></images><description>SURABAYA - Surabaya, kota pahlawan, tak hanya kaya akan sejarah perjuangan kemerdekaan, namun juga menyimpan kisah unik di balik  bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial. Salah satunya adalah bunker  peninggalan Belanda di Jalan Rajawali yang hingga kini masih menjadi  tempat tinggal bagi anak-anak pejuang kemerdekaan.

BACA JUGA:
Mengintip Masjid Bungkuk Malang Tempat Pejuang 10 November Dibekali Ilmu Kebal

Endang, seorang wanita berusia 68 tahun, adalah salah satu penghuni bunker tersebut. Ia lahir dan besar di dalam bunker ini, mengikuti jejak sang ayah, Kapten Mustamin, seorang pejuang kemerdekaan yang menempati bunker tersebut sejak tahun 1951.
&quot;Dulu, bunker ini digunakan sebagai gudang senjata dan tempat persembunyian,&quot; ungkap Endang mengenang masa lalu. Kekokohan bangunan bunker dengan tembok setebal 80 sentimeter dan pintu besi baja menjadi saksi bisu perjuangan kala itu.

BACA JUGA:
Presiden Prabowo Beri Karangan Bunga di Monumen Pahlawan Rakyat China

Meski telah mendapatkan rumah dari Pemerintah Kota Surabaya, Endang dan beberapa keluarga pejuang lainnya memilih tetap tinggal di bunker. Hal ini dikarenakan status kepemilikan rumah yang mereka dapatkan tidak jelas, tanpa adanya surat-surat resmi.
Selain dihuni oleh lima kepala keluarga anak-anak pejuang, bunker ini juga difungsikan sebagai kantor Cacat Veteran Jawa Timur. Keberadaan bunker ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perjuangan kemerdekaan masih hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. (Nur Syafei/Dwinarto)
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/fxTCPlepmI8?si=gjxfeHf1u5PGvdRy&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>SURABAYA - Surabaya, kota pahlawan, tak hanya kaya akan sejarah perjuangan kemerdekaan, namun juga menyimpan kisah unik di balik  bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial. Salah satunya adalah bunker  peninggalan Belanda di Jalan Rajawali yang hingga kini masih menjadi  tempat tinggal bagi anak-anak pejuang kemerdekaan.

BACA JUGA:
Mengintip Masjid Bungkuk Malang Tempat Pejuang 10 November Dibekali Ilmu Kebal

Endang, seorang wanita berusia 68 tahun, adalah salah satu penghuni bunker tersebut. Ia lahir dan besar di dalam bunker ini, mengikuti jejak sang ayah, Kapten Mustamin, seorang pejuang kemerdekaan yang menempati bunker tersebut sejak tahun 1951.
&quot;Dulu, bunker ini digunakan sebagai gudang senjata dan tempat persembunyian,&quot; ungkap Endang mengenang masa lalu. Kekokohan bangunan bunker dengan tembok setebal 80 sentimeter dan pintu besi baja menjadi saksi bisu perjuangan kala itu.

BACA JUGA:
Presiden Prabowo Beri Karangan Bunga di Monumen Pahlawan Rakyat China

Meski telah mendapatkan rumah dari Pemerintah Kota Surabaya, Endang dan beberapa keluarga pejuang lainnya memilih tetap tinggal di bunker. Hal ini dikarenakan status kepemilikan rumah yang mereka dapatkan tidak jelas, tanpa adanya surat-surat resmi.
Selain dihuni oleh lima kepala keluarga anak-anak pejuang, bunker ini juga difungsikan sebagai kantor Cacat Veteran Jawa Timur. Keberadaan bunker ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perjuangan kemerdekaan masih hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. (Nur Syafei/Dwinarto)
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/fxTCPlepmI8?si=gjxfeHf1u5PGvdRy&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
