<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polda Ungkap Motif Kasus Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan</title><description>Polda Sumatera Barat mengungkap motif polisi tembak polisi di Solok. Pelaku kesal lantaran korban menangkap teman pelaku.
&amp;nbsp;</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/24/627/3089105/polda-ungkap-motif-kasus-polisi-tembak-polisi-di-polres-solok-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/24/627/3089105/polda-ungkap-motif-kasus-polisi-tembak-polisi-di-polres-solok-selatan"/><item><title>Polda Ungkap Motif Kasus Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/24/627/3089105/polda-ungkap-motif-kasus-polisi-tembak-polisi-di-polres-solok-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/24/627/3089105/polda-ungkap-motif-kasus-polisi-tembak-polisi-di-polres-solok-selatan</guid><pubDate>Minggu 24 November 2024 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/24/627/3089105/polda-ungkap-motif-kasus-polisi-tembak-polisi-di-polres-solok-selatan-aLJ01ynpDP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polda Ungkap Motif Kasus Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/24/627/3089105/polda-ungkap-motif-kasus-polisi-tembak-polisi-di-polres-solok-selatan-aLJ01ynpDP.jpg</image><title>Polda Ungkap Motif Kasus Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan. (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Polda Sumatera Barat mengungkap motif polisi tembak polisi di Solok. Pelaku bernama Kepala Bagian Operasional (Kabbagops) Kepolisian Resor Solok Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dadang Iskandar melakukan aksinya karena kesal. Pelaku kesal lantaran korban menangkap teman pelaku.

BACA JUGA:
Kembali Datangi Bawaslu, PMJAK Bawa Bukti Tambahan Soal Dana Kampanye Pilkada Jakarta yang Diduga Bersumber dari Judol

Teman pelaku yang ditangkap ini berprofesi sopir dan diduga terlibat dalam tambang ilegal galian C. Hasil pengungkapan motif ini menggugurkan anggapan pelaku mengalami gangguan mental atau berada di bawah pengaruh narkoba.

BACA JUGA:
Roy Suryo: Judol Tak Akan Pernah Menang, Peluang Maksimal Hanya 7% untuk Pemantik

Sebelumnya, AKP Dadang Iskandar yang melakukan penembakan terhadap rekan sejawatnya, yakni AKP Ryanto Ulil Anshar hingga meregang nyawa pada Jumat dini hari, 22 November 2024.
Tersangka kini dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati. Pasal tersebut digunakan usai polisi mendalami kronologis serta keterangan para saksi. (Budi Sunandar/Muhammad Fadli Rizal)
</description><content:encoded>JAKARTA - Polda Sumatera Barat mengungkap motif polisi tembak polisi di Solok. Pelaku bernama Kepala Bagian Operasional (Kabbagops) Kepolisian Resor Solok Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dadang Iskandar melakukan aksinya karena kesal. Pelaku kesal lantaran korban menangkap teman pelaku.

BACA JUGA:
Kembali Datangi Bawaslu, PMJAK Bawa Bukti Tambahan Soal Dana Kampanye Pilkada Jakarta yang Diduga Bersumber dari Judol

Teman pelaku yang ditangkap ini berprofesi sopir dan diduga terlibat dalam tambang ilegal galian C. Hasil pengungkapan motif ini menggugurkan anggapan pelaku mengalami gangguan mental atau berada di bawah pengaruh narkoba.

BACA JUGA:
Roy Suryo: Judol Tak Akan Pernah Menang, Peluang Maksimal Hanya 7% untuk Pemantik

Sebelumnya, AKP Dadang Iskandar yang melakukan penembakan terhadap rekan sejawatnya, yakni AKP Ryanto Ulil Anshar hingga meregang nyawa pada Jumat dini hari, 22 November 2024.
Tersangka kini dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati. Pasal tersebut digunakan usai polisi mendalami kronologis serta keterangan para saksi. (Budi Sunandar/Muhammad Fadli Rizal)
</content:encoded></item></channel></rss>
