<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nekat Ngegas di Jalan saat Banjir, Truk Diamuk Warga</title><description>Sebuah truk nekat ngegas dengan kecepatan  tinggi melalui jalan yang terendam banjir.</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/30/626/3091051/nekat-ngegas-di-jalan-saat-banjir-truk-diamuk-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/30/626/3091051/nekat-ngegas-di-jalan-saat-banjir-truk-diamuk-warga"/><item><title>Nekat Ngegas di Jalan saat Banjir, Truk Diamuk Warga</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/30/626/3091051/nekat-ngegas-di-jalan-saat-banjir-truk-diamuk-warga</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/11/30/626/3091051/nekat-ngegas-di-jalan-saat-banjir-truk-diamuk-warga</guid><pubDate>Sabtu 30 November 2024 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/30/626/3091051/nekat-ngegas-di-jalan-saat-banjir-truk-diamuk-warga-dJgbDRLx1s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nekat Ngegas di Jalan saat Banjir, Truk Diamuk Warga</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/30/626/3091051/nekat-ngegas-di-jalan-saat-banjir-truk-diamuk-warga-dJgbDRLx1s.jpg</image><title>Nekat Ngegas di Jalan saat Banjir, Truk Diamuk Warga</title></images><description>MEDAN - Di Medan, Sumatera Utara, sebuah truk dihancurkan oleh warga di Kelurahan Pekan Labuhan, Medan, setelah nekat ngegas dengan kecepatan tinggi melalui jalan yang terendam banjir. Truk yang tidak bermuatan itu dirusak pada bagian depan, dengan kaca depannya pecah setelah dilempari batu oleh warga yang marah.

BACA JUGA:
Banjir Kembali Rendam Dayeuhkolot Setinggi 120 Cm


Kejadian ini berlangsung di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Medan Labuhan Kota Medan, di mana warga merasa emosi karena truk tetap melaju dengan kecepatan tinggi meskipun kondisi jalan terendam banjir. Meskipun kendaraan tersebut menjadi sasaran amukan warga, sopirnya tidak dihukum dan dapat melanjutkan perjalanan meskipun kaca depan truk rusak.

BACA JUGA:
1 Orang Meninggal Dunia Terseret Arus Banjir Bandang di Malang


Banjir ini terjadi akibat tanggul penahan air Sungai Deli yang jebol. Warga setempat masih bergotong royong untuk menyelamatkan barang-barang berharga dan memilih mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi. (Yudha Bahar/Hadits Abdillah)
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/XdMkvl3cl64?si=IWBl58p-C95sMjdQ&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>MEDAN - Di Medan, Sumatera Utara, sebuah truk dihancurkan oleh warga di Kelurahan Pekan Labuhan, Medan, setelah nekat ngegas dengan kecepatan tinggi melalui jalan yang terendam banjir. Truk yang tidak bermuatan itu dirusak pada bagian depan, dengan kaca depannya pecah setelah dilempari batu oleh warga yang marah.

BACA JUGA:
Banjir Kembali Rendam Dayeuhkolot Setinggi 120 Cm


Kejadian ini berlangsung di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Medan Labuhan Kota Medan, di mana warga merasa emosi karena truk tetap melaju dengan kecepatan tinggi meskipun kondisi jalan terendam banjir. Meskipun kendaraan tersebut menjadi sasaran amukan warga, sopirnya tidak dihukum dan dapat melanjutkan perjalanan meskipun kaca depan truk rusak.

BACA JUGA:
1 Orang Meninggal Dunia Terseret Arus Banjir Bandang di Malang


Banjir ini terjadi akibat tanggul penahan air Sungai Deli yang jebol. Warga setempat masih bergotong royong untuk menyelamatkan barang-barang berharga dan memilih mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi. (Yudha Bahar/Hadits Abdillah)
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/XdMkvl3cl64?si=IWBl58p-C95sMjdQ&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; referrerpolicy=&quot;strict-origin-when-cross-origin&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
