<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wadidaw! Korban Pelecehan Tersangka Tunadaksa Bertambah Jadi 15 Orang</title><description>Jumlah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh IWS alias Agus, seorang penyandang disabilitas di Mataram, terus bertambah.</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/12/07/627/3093242/wadidaw-korban-pelecehan-tersangka-tunadaksa-bertambah-jadi-15-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2024/12/07/627/3093242/wadidaw-korban-pelecehan-tersangka-tunadaksa-bertambah-jadi-15-orang"/><item><title>Wadidaw! Korban Pelecehan Tersangka Tunadaksa Bertambah Jadi 15 Orang</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2024/12/07/627/3093242/wadidaw-korban-pelecehan-tersangka-tunadaksa-bertambah-jadi-15-orang</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2024/12/07/627/3093242/wadidaw-korban-pelecehan-tersangka-tunadaksa-bertambah-jadi-15-orang</guid><pubDate>Sabtu 07 Desember 2024 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/07/627/3093242/-znjRzDg8Oh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wadidaw! Korban Pelecehan Tersangka Tunadaksa Bertambah Jadi 15 Orang. (Foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/07/627/3093242/-znjRzDg8Oh.jpg</image><title>Wadidaw! Korban Pelecehan Tersangka Tunadaksa Bertambah Jadi 15 Orang. (Foto: Okezone) </title></images><description>MATARAM - Jumlah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh IWS alias Agus, seorang penyandang disabilitas di Mataram, terus bertambah. Hingga kini, korban yang melapor mencapai 15 orang, termasuk dua di antaranya masih berstatus anak.

BACA JUGA:
Polda NTB Tegaskan Agus Pemuda Disabilitas Bukan Tersangka Pemerkosaan, tapi Pelecehan Seksual

Jumat petang, Polda Nusa Tenggara Barat bersama Komisi Disabilitas Daerah (KDD) kembali menggelar konferensi pers terkait kasus ini. KDD menyebut bahwa dari total korban, empat di antaranya telah memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Polisi berencana segera melimpahkan kasus ini ke kejaksaan.

BACA JUGA:
Nestapa Penyandang Disabilitas Dijadikan Tersangka, Agus Buntung: Saya Aja&amp;nbsp;Dimandiin Bagaimana Bisa Perkosa!&amp;nbsp;

Tersangka IWS menggunakan modus tipu daya, dengan mengaku mampu mengeluarkan mantra dan melakukan ritual mandi suci untuk membersihkan dosa masa lalu korban. Namun, IWS mengklaim dirinya difitnah oleh para korban.
Kasus ini menjadi sorotan karena tersangka merupakan penyandang disabilitas tanpa kedua tangan. Meski begitu, pendamping salah satu korban mengungkap bahwa IWS melakukan intimidasi dan tipu daya untuk melancarkan aksinya. (Harikasidi/Hadits Abdillah)
</description><content:encoded>MATARAM - Jumlah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh IWS alias Agus, seorang penyandang disabilitas di Mataram, terus bertambah. Hingga kini, korban yang melapor mencapai 15 orang, termasuk dua di antaranya masih berstatus anak.

BACA JUGA:
Polda NTB Tegaskan Agus Pemuda Disabilitas Bukan Tersangka Pemerkosaan, tapi Pelecehan Seksual

Jumat petang, Polda Nusa Tenggara Barat bersama Komisi Disabilitas Daerah (KDD) kembali menggelar konferensi pers terkait kasus ini. KDD menyebut bahwa dari total korban, empat di antaranya telah memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Polisi berencana segera melimpahkan kasus ini ke kejaksaan.

BACA JUGA:
Nestapa Penyandang Disabilitas Dijadikan Tersangka, Agus Buntung: Saya Aja&amp;nbsp;Dimandiin Bagaimana Bisa Perkosa!&amp;nbsp;

Tersangka IWS menggunakan modus tipu daya, dengan mengaku mampu mengeluarkan mantra dan melakukan ritual mandi suci untuk membersihkan dosa masa lalu korban. Namun, IWS mengklaim dirinya difitnah oleh para korban.
Kasus ini menjadi sorotan karena tersangka merupakan penyandang disabilitas tanpa kedua tangan. Meski begitu, pendamping salah satu korban mengungkap bahwa IWS melakukan intimidasi dan tipu daya untuk melancarkan aksinya. (Harikasidi/Hadits Abdillah)
</content:encoded></item></channel></rss>
