<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kain Perca Jadi Barang Bernilai, Kreativitas Ibu Rumah Tangga di Payakumbuh</title><description>Kain perca, yang sering dianggap sebagai sampah, justru disulap menjadi barang bernilai oleh Warnita, seorang ibu rumah tangga di Payakumbuh. Dengan keterampilannya, ia mengubah kain sisa jahitan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tas, kalung, dan aksesori cantik yang banyak diminati&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/01/25/627/3107762/kain-perca-jadi-barang-bernilai-kreativitas-ibu-rumah-tangga-di-payakumbuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2025/01/25/627/3107762/kain-perca-jadi-barang-bernilai-kreativitas-ibu-rumah-tangga-di-payakumbuh"/><item><title>Kain Perca Jadi Barang Bernilai, Kreativitas Ibu Rumah Tangga di Payakumbuh</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/01/25/627/3107762/kain-perca-jadi-barang-bernilai-kreativitas-ibu-rumah-tangga-di-payakumbuh</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2025/01/25/627/3107762/kain-perca-jadi-barang-bernilai-kreativitas-ibu-rumah-tangga-di-payakumbuh</guid><pubDate>Minggu 26 Januari 2025 08:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/25/627/3107762/limbah-Hemt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kain Perca Jadi Barang Bernilai, Kreativitas Ibu Rumah Tangga di Payakumbuh. (Foto: Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/25/627/3107762/limbah-Hemt_large.jpg</image><title>Kain Perca Jadi Barang Bernilai, Kreativitas Ibu Rumah Tangga di Payakumbuh. (Foto: Ist) </title></images><description>PAYAKUMBUH &amp;ndash; Kain perca, yang sering dianggap sebagai sampah, justru disulap menjadi barang bernilai oleh Warnita, seorang ibu rumah tangga di Payakumbuh. Dengan keterampilannya, ia mengubah kain sisa jahitan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tas, kalung, dan aksesori cantik yang banyak diminati.&#13;
&#13;
Warnita memulai usaha ini setelah melihat banyak kain sisa di sekitar tempat tinggalnya, yang biasanya terbuang begitu saja. Berawal dari coba-coba, hasil karyanya diterima pasar dan kini dipasarkan melalui media sosial, event, dan marketplace. Produk-produk hasil kreasinya kini tak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga hingga ke luar negeri, seperti Jerman, Malaysia, dan Singapura.&#13;
&#13;
Produk kerajinan kain perca ini dijual dengan harga antara Rp 150.000 hingga Rp 350.000, tergantung jenis dan desainnya. Warnita kini juga melibatkan beberapa ibu rumah tangga lainnya untuk membantu produksi. (Agung Sulistyo/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/fp6OoCkpFT8?si=NPj00sYCd66zLWTg&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
</description><content:encoded>PAYAKUMBUH &amp;ndash; Kain perca, yang sering dianggap sebagai sampah, justru disulap menjadi barang bernilai oleh Warnita, seorang ibu rumah tangga di Payakumbuh. Dengan keterampilannya, ia mengubah kain sisa jahitan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tas, kalung, dan aksesori cantik yang banyak diminati.&#13;
&#13;
Warnita memulai usaha ini setelah melihat banyak kain sisa di sekitar tempat tinggalnya, yang biasanya terbuang begitu saja. Berawal dari coba-coba, hasil karyanya diterima pasar dan kini dipasarkan melalui media sosial, event, dan marketplace. Produk-produk hasil kreasinya kini tak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga hingga ke luar negeri, seperti Jerman, Malaysia, dan Singapura.&#13;
&#13;
Produk kerajinan kain perca ini dijual dengan harga antara Rp 150.000 hingga Rp 350.000, tergantung jenis dan desainnya. Warnita kini juga melibatkan beberapa ibu rumah tangga lainnya untuk membantu produksi. (Agung Sulistyo/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/fp6OoCkpFT8?si=NPj00sYCd66zLWTg&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
