<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tradisi Unik di Italia, Dentuman Meriam di Gianicolo Jadi Penanda Waktu Makan Siang</title><description>Di Italia, makan siang bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari budaya. Salah satu cara unik warga Roma mengingat waktu makan siang adalah dentuman meriam di Bukit Gianicolo, sebuah tradisi yang telah berlangsung lebih dari 150 tahun.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/02/07/626/3111770/tradisi-unik-di-italia-dentuman-meriam-di-gianicolo-jadi-penanda-waktu-makan-siang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2025/02/07/626/3111770/tradisi-unik-di-italia-dentuman-meriam-di-gianicolo-jadi-penanda-waktu-makan-siang"/><item><title> Tradisi Unik di Italia, Dentuman Meriam di Gianicolo Jadi Penanda Waktu Makan Siang</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/02/07/626/3111770/tradisi-unik-di-italia-dentuman-meriam-di-gianicolo-jadi-penanda-waktu-makan-siang</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2025/02/07/626/3111770/tradisi-unik-di-italia-dentuman-meriam-di-gianicolo-jadi-penanda-waktu-makan-siang</guid><pubDate>Sabtu 08 Februari 2025 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/07/626/3111770/meriam-fKRz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi Unik di Italia, Dentuman Meriam di Gianicolo Jadi Penanda Waktu Makan Siang. (Foto: Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/07/626/3111770/meriam-fKRz_large.jpg</image><title>Tradisi Unik di Italia, Dentuman Meriam di Gianicolo Jadi Penanda Waktu Makan Siang. (Foto: Ist) </title></images><description>ROMA &amp;ndash; Di Italia, makan siang bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari budaya. Salah satu cara unik warga Roma mengingat waktu makan siang adalah dentuman meriam di Bukit Gianicolo, sebuah tradisi yang telah berlangsung lebih dari 150 tahun.&#13;
&#13;
Setiap hari tepat pukul 12.00 siang, sebuah meriam Howitzer, yang dijuluki &amp;quot;Si Monster&amp;quot;, ditembakkan oleh pasukan khusus Italia. Tradisi ini berawal pada tahun 1847, saat Paus Pius IX memerintahkan penggunaan meriam sebagai penanda waktu, karena lonceng gereja di Roma sering tidak selaras.&#13;
&#13;
Bukit Gianicolo sendiri menjadi destinasi wisata populer, menawarkan pemandangan Roma dari ketinggian sebelum wisatawan menyaksikan momen ikonik dentuman meriam. Suara ledakan yang menggema di seluruh kota menandai waktu bagi warga Roma untuk berhenti sejenak dan menikmati makan siang.&#13;
&#13;
Dentuman meriam di Gianicolo bukan hanya tradisi, tetapi juga warisan sejarah yang terus dijaga dan menjadi identitas kota Roma. (Gede Satria/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/aZ2gwjuWGKI?si=5eE5m41DS-Jde828&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Di Italia, makan siang bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari budaya. Salah satu cara unik warga Roma mengingat waktu makan siang adalah dentuman meriam di Bukit Gianicolo, sebuah tradisi yang telah berlangsung lebih dari 150 tahun.&#13;
&#13;
Setiap hari tepat pukul 12.00 siang, sebuah meriam Howitzer, yang dijuluki &amp;quot;Si Monster&amp;quot;, ditembakkan oleh pasukan khusus Italia. Tradisi ini berawal pada tahun 1847, saat Paus Pius IX memerintahkan penggunaan meriam sebagai penanda waktu, karena lonceng gereja di Roma sering tidak selaras.&#13;
&#13;
Bukit Gianicolo sendiri menjadi destinasi wisata populer, menawarkan pemandangan Roma dari ketinggian sebelum wisatawan menyaksikan momen ikonik dentuman meriam. Suara ledakan yang menggema di seluruh kota menandai waktu bagi warga Roma untuk berhenti sejenak dan menikmati makan siang.&#13;
&#13;
Dentuman meriam di Gianicolo bukan hanya tradisi, tetapi juga warisan sejarah yang terus dijaga dan menjadi identitas kota Roma. (Gede Satria/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/aZ2gwjuWGKI?si=5eE5m41DS-Jde828&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
