<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembar Siam di Subang Tetap Ceria Meski Tak Bisa Dipisahkan</title><description>Muhammad Nur Hidayah dan Muhammad Nur Syafaat, anak kembar siam asal Subang, Jawa Barat, divonis tak bisa dipisahkan sejak lahir. Meski demikian, keduanya tetap tumbuh ceria dan aktif bermain di tengah keterbatasan fisik mereka.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/04/626/3119336/kembar-siam-di-subang-tetap-ceria-meski-tak-bisa-dipisahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/04/626/3119336/kembar-siam-di-subang-tetap-ceria-meski-tak-bisa-dipisahkan"/><item><title>Kembar Siam di Subang Tetap Ceria Meski Tak Bisa Dipisahkan</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/04/626/3119336/kembar-siam-di-subang-tetap-ceria-meski-tak-bisa-dipisahkan</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/04/626/3119336/kembar-siam-di-subang-tetap-ceria-meski-tak-bisa-dipisahkan</guid><pubDate>Selasa 04 Maret 2025 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/04/626/3119336/kembar-HApN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kembar Siam di Subang Tetap Ceria Meski Tak Bisa Dipisahkan. (Foto: ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/04/626/3119336/kembar-HApN_large.jpg</image><title>Kembar Siam di Subang Tetap Ceria Meski Tak Bisa Dipisahkan. (Foto: ist) </title></images><description>SUBANG &amp;ndash; Muhammad Nur Hidayah dan Muhammad Nur Syafaat, anak kembar siam asal Subang, Jawa Barat, divonis tak bisa dipisahkan sejak lahir. Meski demikian, keduanya tetap tumbuh ceria dan aktif bermain di tengah keterbatasan fisik mereka.&#13;
&#13;
Lahir dengan kondisi dempet di bagian dada dan memiliki tiga kaki, pasangan kembar ini telah menjalani operasi pengangkatan satu kaki pada 2022. Kini, mereka lebih leluasa bergerak, bahkan bisa bermain sepeda khusus. Secara kognitif, keduanya berkembang dengan baik dan dapat berkomunikasi layaknya anak-anak seusia mereka.&#13;
&#13;
Pihak keluarga masih berharap ada kesempatan untuk memisahkan mereka di masa depan. Namun, dokter menyerahkan keputusan itu kepada keduanya saat sudah cukup besar dan memahami risikonya. Tahun ini, Nur Hidayah dan Nur Syafaat dijadwalkan mulai bersekolah untuk mengembangkan potensi mereka. (Yudy Heryawan Juanda/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/whcWVqHKtJI?si=ZJ2n5T6hschytbPH&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SUBANG &amp;ndash; Muhammad Nur Hidayah dan Muhammad Nur Syafaat, anak kembar siam asal Subang, Jawa Barat, divonis tak bisa dipisahkan sejak lahir. Meski demikian, keduanya tetap tumbuh ceria dan aktif bermain di tengah keterbatasan fisik mereka.&#13;
&#13;
Lahir dengan kondisi dempet di bagian dada dan memiliki tiga kaki, pasangan kembar ini telah menjalani operasi pengangkatan satu kaki pada 2022. Kini, mereka lebih leluasa bergerak, bahkan bisa bermain sepeda khusus. Secara kognitif, keduanya berkembang dengan baik dan dapat berkomunikasi layaknya anak-anak seusia mereka.&#13;
&#13;
Pihak keluarga masih berharap ada kesempatan untuk memisahkan mereka di masa depan. Namun, dokter menyerahkan keputusan itu kepada keduanya saat sudah cukup besar dan memahami risikonya. Tahun ini, Nur Hidayah dan Nur Syafaat dijadwalkan mulai bersekolah untuk mengembangkan potensi mereka. (Yudy Heryawan Juanda/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/whcWVqHKtJI?si=ZJ2n5T6hschytbPH&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
