<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bus Pemudik Terbakar di Pangkep, Diduga Akibat Kebocoran Freon AC</title><description>Sebuah bus yang mengangkut pemudik terbakar hebat di Jalan Poros Pangkep-Makassar, Labakkang, Pangkep, Sulawesi Selatan. Insiden ini diduga akibat kebocoran freon pada sistem pendingin udara (AC), yang memicu percikan api.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/17/625/3123352/bus-pemudik-terbakar-di-pangkep-diduga-akibat-kebocoran-freon-ac</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/17/625/3123352/bus-pemudik-terbakar-di-pangkep-diduga-akibat-kebocoran-freon-ac"/><item><title>Bus Pemudik Terbakar di Pangkep, Diduga Akibat Kebocoran Freon AC</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/17/625/3123352/bus-pemudik-terbakar-di-pangkep-diduga-akibat-kebocoran-freon-ac</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2025/03/17/625/3123352/bus-pemudik-terbakar-di-pangkep-diduga-akibat-kebocoran-freon-ac</guid><pubDate>Senin 17 Maret 2025 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/17/625/3123352/bus_terbakar-mWVP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebuah bus yang mengangkut pemudik terbakar hebat di Jalan Poros Pangkep-Makassar, Labakkang, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/17/625/3123352/bus_terbakar-mWVP_large.jpg</image><title>Sebuah bus yang mengangkut pemudik terbakar hebat di Jalan Poros Pangkep-Makassar, Labakkang, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: ist) </title></images><description>PANGKEP &amp;ndash; Sebuah bus yang mengangkut pemudik terbakar hebat di Jalan Poros Pangkep-Makassar, Labakkang, Pangkep, Sulawesi Selatan. Insiden ini diduga akibat kebocoran freon pada sistem pendingin udara (AC), yang memicu percikan api.&#13;
&#13;
Kobaran api dengan cepat melalap seluruh bagian bus. Beruntung, seluruh penumpang, sopir, dan kernet berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit.&#13;
&#13;
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Menjelang masa mudik Lebaran, para pengendara dan perusahaan transportasi diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan guna menghindari kejadian serupa. (Udin Syahrudin/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/NSBHBrAE6cU?si=TPPeLhI5ikHQ6ejy&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
</description><content:encoded>PANGKEP &amp;ndash; Sebuah bus yang mengangkut pemudik terbakar hebat di Jalan Poros Pangkep-Makassar, Labakkang, Pangkep, Sulawesi Selatan. Insiden ini diduga akibat kebocoran freon pada sistem pendingin udara (AC), yang memicu percikan api.&#13;
&#13;
Kobaran api dengan cepat melalap seluruh bagian bus. Beruntung, seluruh penumpang, sopir, dan kernet berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit.&#13;
&#13;
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Menjelang masa mudik Lebaran, para pengendara dan perusahaan transportasi diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan guna menghindari kejadian serupa. (Udin Syahrudin/Dwinarto)&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/NSBHBrAE6cU?si=TPPeLhI5ikHQ6ejy&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
