<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Fenomena Langka: Ribuan Burung Layang-Layang Eurasia Migrasi ke Solo</title><description>Pemandangan tak biasa terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah. Ribuan burung layang-layang tampak bertengger di kabel listrik dan telepon sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jebres.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/04/24/626/3133590/fenomena-langka-ribuan-burung-layang-layang-eurasia-migrasi-ke-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2025/04/24/626/3133590/fenomena-langka-ribuan-burung-layang-layang-eurasia-migrasi-ke-solo"/><item><title> Fenomena Langka: Ribuan Burung Layang-Layang Eurasia Migrasi ke Solo</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2025/04/24/626/3133590/fenomena-langka-ribuan-burung-layang-layang-eurasia-migrasi-ke-solo</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2025/04/24/626/3133590/fenomena-langka-ribuan-burung-layang-layang-eurasia-migrasi-ke-solo</guid><pubDate>Kamis 24 April 2025 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/24/627/3133590/burung-P7od_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Fenomena Langka: Ribuan Burung Layang-Layang Eurasia Migrasi ke Solo. (Foto: ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/24/627/3133590/burung-P7od_large.jpg</image><title> Fenomena Langka: Ribuan Burung Layang-Layang Eurasia Migrasi ke Solo. (Foto: ist) </title></images><description>SOLO &amp;ndash; Pemandangan tak biasa terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah. Ribuan burung layang-layang tampak bertengger di kabel listrik dan telepon sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jebres. Fenomena ini merupakan bagian dari migrasi tahunan burung-burung asal kawasan beriklim dingin seperti Rusia dan Inggris menuju wilayah tropis.&#13;
&#13;
Migrasi ini biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga April. Warga sekitar sempat mengira burung-burung tersebut adalah burung sriti, padahal berdasarkan penjelasan dosen ekologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, burung tersebut merupakan Hirundo rustica, atau lebih dikenal sebagai burung layang-layang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Burung ini berasal dari kawasan Euroasia dan bermigrasi dalam kelompok besar ke daerah tropis seperti Indonesia untuk mencari makanan berupa serangga,&amp;quot; ujar sang dosen.&#13;
&#13;
Burung layang-layang memiliki usia hidup antara dua hingga enam tahun dan setiap tahunnya mereka melakukan migrasi pulang-pergi satu kali. Kehadiran burung-burung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Solo dan pengamat burung. (Septyantoro/Dwinarto)&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Pemandangan tak biasa terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah. Ribuan burung layang-layang tampak bertengger di kabel listrik dan telepon sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jebres. Fenomena ini merupakan bagian dari migrasi tahunan burung-burung asal kawasan beriklim dingin seperti Rusia dan Inggris menuju wilayah tropis.&#13;
&#13;
Migrasi ini biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga April. Warga sekitar sempat mengira burung-burung tersebut adalah burung sriti, padahal berdasarkan penjelasan dosen ekologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, burung tersebut merupakan Hirundo rustica, atau lebih dikenal sebagai burung layang-layang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Burung ini berasal dari kawasan Euroasia dan bermigrasi dalam kelompok besar ke daerah tropis seperti Indonesia untuk mencari makanan berupa serangga,&amp;quot; ujar sang dosen.&#13;
&#13;
Burung layang-layang memiliki usia hidup antara dua hingga enam tahun dan setiap tahunnya mereka melakukan migrasi pulang-pergi satu kali. Kehadiran burung-burung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Solo dan pengamat burung. (Septyantoro/Dwinarto)&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
