<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abu Vulkanik Anak Krakatau Menjauh dari Jabodetabek, Aktivitas Erupsi Mulai Reda</title><description>Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan perkembangan terbaru. Sebaran abu vulkanik kini terpantau menjauh dari wilayah Jabodetabek, sementara aktivitas erupsi mulai mengalami penurunan.&#13;
</description><link>https://tvscope.okezone.com/read/2026/09/08/625/3240840/abu-vulkanik-anak-krakatau-menjauh-dari-jabodetabek-aktivitas-erupsi-mulai-reda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://tvscope.okezone.com/read/2026/09/08/625/3240840/abu-vulkanik-anak-krakatau-menjauh-dari-jabodetabek-aktivitas-erupsi-mulai-reda"/><item><title>Abu Vulkanik Anak Krakatau Menjauh dari Jabodetabek, Aktivitas Erupsi Mulai Reda</title><link>https://tvscope.okezone.com/read/2026/09/08/625/3240840/abu-vulkanik-anak-krakatau-menjauh-dari-jabodetabek-aktivitas-erupsi-mulai-reda</link><guid isPermaLink="false">https://tvscope.okezone.com/read/2026/09/08/625/3240840/abu-vulkanik-anak-krakatau-menjauh-dari-jabodetabek-aktivitas-erupsi-mulai-reda</guid><pubDate>Selasa 08 September 2026 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Teguh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/08/625/3240840/anak_krakatau-ZBXS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/08/625/3240840/anak_krakatau-ZBXS_large.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau</title></images><description>JAKARTA - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan perkembangan terbaru. Sebaran abu vulkanik kini terpantau menjauh dari wilayah Jabodetabek, sementara aktivitas erupsi mulai mengalami penurunan.&#13;
&#13;
Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sebelumnya waspada terhadap dampak abu vulkanik. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan material abu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau kini cenderung terdorong ke arah selatan hingga barat daya. Pola pergerakan itu membuat sebaran abu diproyeksikan menjauhi daratan Indonesia.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemantauan pada Selasa (8/9/2026) pukul 04.00 WIB, abu vulkanik terdeteksi dari permukaan hingga sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer. Sebaran berada di kawasan Samudra Hindia, terutama di sisi barat laut Banten.&#13;
&#13;
BMKG mendasarkan pembaruan tersebut pada data PVMBG, Volcanic Ash Advisory Center Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9. Meski lintasan abu diperkirakan bergerak ke luar wilayah Indonesia, otoritas tetap mengingatkan bahwa partikel vulkanik dapat menurunkan kualitas udara, mengurangi jarak pandang, dan berpotensi mengganggu penerbangan pada ketinggian tertentu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan perkembangan terbaru. Sebaran abu vulkanik kini terpantau menjauh dari wilayah Jabodetabek, sementara aktivitas erupsi mulai mengalami penurunan.&#13;
&#13;
Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sebelumnya waspada terhadap dampak abu vulkanik. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan material abu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau kini cenderung terdorong ke arah selatan hingga barat daya. Pola pergerakan itu membuat sebaran abu diproyeksikan menjauhi daratan Indonesia.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemantauan pada Selasa (8/9/2026) pukul 04.00 WIB, abu vulkanik terdeteksi dari permukaan hingga sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer. Sebaran berada di kawasan Samudra Hindia, terutama di sisi barat laut Banten.&#13;
&#13;
BMKG mendasarkan pembaruan tersebut pada data PVMBG, Volcanic Ash Advisory Center Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9. Meski lintasan abu diperkirakan bergerak ke luar wilayah Indonesia, otoritas tetap mengingatkan bahwa partikel vulkanik dapat menurunkan kualitas udara, mengurangi jarak pandang, dan berpotensi mengganggu penerbangan pada ketinggian tertentu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
