Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

68 Tahun Mendiami Bunker Belanda, Kisah Hidup Anak Pejuang di Surabaya

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Senin, 11 November 2024 |13:21 WIB
68 Tahun Mendiami Bunker Belanda, Kisah Hidup Anak Pejuang di Surabaya
Kisah anak pejuang veteran di Surabaya penghuni bunker peninggalan Belanda. (Foto: ist)
A
A
A

SURABAYA - Surabaya, kota pahlawan, tak hanya kaya akan sejarah perjuangan kemerdekaan, namun juga menyimpan kisah unik di balik bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial. Salah satunya adalah bunker peninggalan Belanda di Jalan Rajawali yang hingga kini masih menjadi tempat tinggal bagi anak-anak pejuang kemerdekaan.

Endang, seorang wanita berusia 68 tahun, adalah salah satu penghuni bunker tersebut. Ia lahir dan besar di dalam bunker ini, mengikuti jejak sang ayah, Kapten Mustamin, seorang pejuang kemerdekaan yang menempati bunker tersebut sejak tahun 1951.

"Dulu, bunker ini digunakan sebagai gudang senjata dan tempat persembunyian," ungkap Endang mengenang masa lalu. Kekokohan bangunan bunker dengan tembok setebal 80 sentimeter dan pintu besi baja menjadi saksi bisu perjuangan kala itu.

Meski telah mendapatkan rumah dari Pemerintah Kota Surabaya, Endang dan beberapa keluarga pejuang lainnya memilih tetap tinggal di bunker. Hal ini dikarenakan status kepemilikan rumah yang mereka dapatkan tidak jelas, tanpa adanya surat-surat resmi.

Selain dihuni oleh lima kepala keluarga anak-anak pejuang, bunker ini juga difungsikan sebagai kantor Cacat Veteran Jawa Timur. Keberadaan bunker ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perjuangan kemerdekaan masih hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. (Nur Syafei/Dwinarto)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita TV Scope lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement