SUKABUMI - Sebanyak tiga orang dilaporkan hilang dan 71 lainnya terjebak di dermaga bekas tambang pasir besi di Desa Buni Asih, Tegal Buleud, Sukabumi, setelah jembatan penghubung terputus akibat dihantam gelombang tinggi. Upaya evakuasi berlangsung lama karena gelombang besar terus menerjang kawasan tersebut.
Ketiga korban yang hilang adalah nelayan yang sedang memancing di dermaga saat ombak besar datang. Warga dan nelayan yang berada di sekitar pantai hanya bisa menyaksikan tetangga mereka terombang-ambing dan tenggelam di antara puing-puing kayu sebelum akhirnya dinyatakan hilang.
Selain itu, gelombang tinggi juga merusak jembatan besi yang merupakan akses utama menuju dermaga, membuat 71 nelayan yang berada di ujung dermaga terjebak dan tidak bisa kembali ke darat. Situasi ini memicu kekhawatiran dari keluarga para nelayan.
Karena jembatan tak lagi dapat digunakan, proses evakuasi terpaksa dilakukan dengan menggunakan helikopter milik Basarnas dengan metode hoisting system. Demi alasan keamanan, tim Basarnas hanya bisa mengevakuasi dua orang dalam setiap kali penerbangan. Para nelayan yang dievakuasi kemudian dibawa ke Satuan Radar 216 Cibalimbing.
Menurut kabar terakhir, seluruh nelayan yang terjebak telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, satu dari tiga nelayan yang hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi terhadap dua korban hilang lainnya masih terus dilakukan. (Dwinarto)
(Fetra Hariandja)